Important Information
This website is managed by Ultima Markets’ international entities, and it’s important to emphasise that they are not subject to regulation by the FCA in the UK. Therefore, you must understand that you will not have the FCA’s protection when investing through this website – for example:
Note: UK clients are kindly invited to visit https://www.ultima-markets.co.uk/. Ultima Markets UK expects to begin onboarding UK clients in accordance with FCA regulatory requirements in 2026.
If you would like to proceed and visit this website, you acknowledge and confirm the following:
Ultima Markets wants to make it clear that we are duly licensed and authorised to offer the services and financial derivative products listed on our website. Individuals accessing this website and registering a trading account do so entirely of their own volition and without prior solicitation.
By confirming your decision to proceed with entering the website, you hereby affirm that this decision was solely initiated by you, and no solicitation has been made by any Ultima Markets entity.
I confirm my intention to proceed and enter this website Please direct me to the website operated by Ultima Markets , regulated by the FCA in the United KingdomTrade Anytime, Anywhere
Kita sering kali sibuk menganalisis grafik, membedah laporan keuangan, hingga memantau tren media sosial. Namun, ada satu instrumen klasik yang sering kali dipandang sebelah mata namun memegang peranan paling vital saat badai finansial datang menerjang: uang cash.
Memegang uang tunai dalam portofolio investasi bukan berarti Anda takut atau tidak produktif. Sebaliknya, bagi para pengelola dana kelas kakap, ketersediaan likuiditas adalah strategi pertahanan sekaligus serangan yang mematikan. Artikel ini akan membahas mengapa uang cash adalah raja, bagaimana konsep dry powder bekerja, dan mengapa ketersediaan dana di rekening dana nasabah bisa menjadi pembeda antara kegagalan dan kesuksesan saat pasar mengalami kontraksi hebat.

Sering kali dianggap sama, namun apa sebenarnya perbedaan mendasar antara istilah cash dan tunai dalam dunia keuangan dan investasi? Menjawab pertanyaan populer mengenai apa bedanya cash dan tunai, secara fungsional dalam kehidupan sehari-hari keduanya memang merujuk pada hal yang sama, yaitu alat pembayaran yang sah. Namun, dalam konteks akuntansi dan investasi, terdapat nuansa yang sedikit berbeda. “Tunai” biasanya merujuk pada fisik uang (kertas atau logam) yang ada di tangan. Sementara itu, uang cash dalam dunia investasi mencakup cakupan yang lebih luas, yaitu aset likuid yang dapat segera digunakan untuk transaksi.
Ini termasuk saldo di rekening bank, deposito yang bisa ditarik tanpa penalti, hingga saldo di akun sekuritas Anda. Perbedaan ini penting dipahami karena dalam investasi, Anda tidak perlu memegang uang kertas di bawah bantal. Yang Anda butuhkan adalah “daya beli” yang siap eksekusi. Memahami apa bedanya cash dan tunai membantu investor menyadari bahwa likuiditas bukan hanya soal fisik uang, melainkan soal seberapa cepat aset tersebut bisa berubah menjadi posisi beli saat peluang muncul di layar monitor.
Mengapa istilah dry powder sering digunakan oleh para profesional dan bagaimana perannya dalam mengelola risiko portofolio? Dalam strategi finansial, dry powder (bubuk mesiu kering) adalah istilah kiasan untuk akumulasi uang cash yang sengaja tidak diinvestasikan untuk sementara waktu. Analogi ini berasal dari sejarah militer, di mana tentara harus memastikan bubuk mesiu mereka tetap kering agar senjata bisa menembak saat musuh datang. Jika bubuk mesiu basah, senjata tersebut tidak berguna.
Sama halnya dengan investasi, dry powder adalah “peluru” cadangan Anda. Memiliki uang cash yang menganggur di saat pasar sedang berada di titik jenuh beli (overbought) adalah langkah yang sangat cerdas. Dry powder memberikan Anda fleksibilitas. Tanpa adanya cadangan ini, Anda akan terjebak dalam posisi “terikat” pada aset yang mungkin sedang turun nilainya, tanpa kemampuan untuk menambah posisi di harga yang lebih baik. Bagi investor kawakan, dry powder adalah simbol kesabaran, sebuah kemampuan untuk menunggu hingga umpan terbaik datang ke hadapan mereka.

Apa peran strategis dari Rekening Dana Nasabah (RDN) dan mengapa integrasinya dengan ketersediaan cash sangat penting bagi seorang trader? Jika uang cash adalah pelurunya dan dry powder adalah strateginya, maka rekening dana nasabah (RDN) adalah gudang senjatanya. RDN adalah rekening khusus atas nama nasabah yang terpisah dari rekening operasional perusahaan sekuritas. Tempat ini dirancang untuk menampung dana yang akan digunakan untuk penyelesaian transaksi saham atau instrumen pasar modal lainnya.
Keterkaitan antara dry powder dan rekening dana nasabah sangatlah erat. Untuk mengeksekusi pembelian secepat kilat, terutama saat volatilitas pasar meningkat, dana Anda harus sudah tersedia di RDN. Banyak investor pemula kehilangan momentum karena saat pasar jatuh, mereka baru mulai mentransfer uang dari bank pribadi ke akun sekuritas. Hal ini yang terkadang membutuhkan waktu pemrosesan. Dengan memelihara saldo uang cash di RDN, Anda memastikan bahwa “bubuk mesiu” Anda benar-benar kering dan siap diledakkan dalam hitungan detik ketika sistem mendeteksi adanya harga diskon yang tidak masuk akal.
Mengapa memegang uang tunai justru memberikan keuntungan psikologis dan finansial yang besar saat pasar modal mengalami kejatuhan hebat? Hubungan antara uang cash dan market crash adalah salah satu paradoks paling menarik di pasar finansial. Saat terjadi kejatuhan pasar, hampir semua aset berisiko akan mengalami penurunan nilai. Di sinilah ungkapan “Cash is King” (Uang Tunai adalah Raja) menjadi kenyataan.
Saat terjadi market crash, likuiditas menjadi sangat langka. Investor yang sudah terlanjur “full margin” atau menghabiskan seluruh uangnya di pasar akan merasa terjepit; mereka hanya bisa menonton nilai aset mereka menyusut tanpa daya. Namun, bagi Anda yang memiliki dry powder yang cukup di rekening dana nasabah, krisis adalah sebuah kesempatan emas.

Kapan waktu yang paling tepat untuk mulai mengurangi porsi investasi dan menambah porsi uang tunai demi bersiap menghadapi masa depan? Mengakumulasi dry powder adalah seni membaca kejenuhan pasar. Jika Anda melihat pasar sudah naik terlalu tinggi dalam waktu singkat tanpa didukung oleh data fundamental yang kuat, atau jika tingkat optimisme pasar sudah mencapai tahap euforia yang tidak masuk akal, itulah saatnya untuk mulai melakukan profit taking (mengambil keuntungan) dan mengubahnya menjadi uang cash.
Jangan merasa bersalah melihat uang Anda “diam” di rekening dana nasabah. Memang benar ada risiko inflasi, namun risiko kehilangan 30-50% modal saat market crash jauh lebih mengerikan. Apalagi jika dibandingkan hilangnya nilai beli akibat inflasi dalam beberapa bulan. Idealnya, simpanlah sekitar 10% hingga 20% dari total aset Anda dalam bentuk likuid. Dengan begitu, Anda tetap memiliki partisipasi di pasar jika harga terus naik, namun tetap memiliki perlindungan dan amunisi jika tiba-tiba pasar berbalik arah. Ingat, dalam investasi, kesiapan modal jauh lebih penting daripada sekadar menebak-nebak waktu kejatuhan pasar.
Dalam investasi, uang cash berfungsi sebagai penyedia likuiditas dan alat manajemen risiko. Selain digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak, ketersediaan cash memungkinkan investor untuk segera mengeksekusi peluang beli saat harga aset terkoreksi. Memegang uang tunai dalam porsi tertentu memastikan Anda tidak terpaksa menjual aset lain di harga rendah hanya untuk mendapatkan dana segar.
Waktu terbaik untuk mengakumulasi dry powder adalah saat pasar sedang mengalami tren naik yang sudah jenuh (overbought) atau ketika indikator ekonomi menunjukkan tanda-tanda ketidakpastian. Dengan melakukan aksi ambil untung sebagian (profit taking) dan menyimpannya sebagai cadangan tunai, Anda akan memiliki “amunisi” yang siap diledakkan saat terjadi market crash atau koreksi besar.
Menyimpan dana di rekening dana nasabah sangat disarankan karena kecepatan eksekusinya. Saat bursa saham sedang bergejolak, momentum seringkali hanya bertahan dalam hitungan menit. Dana yang sudah tersedia di RDN siap digunakan secara instan melalui platform trading, tanpa perlu menunggu proses transfer antar bank yang bisa memakan waktu dan membuat Anda kehilangan momentum harga murah.
Penafian: Informasi yang disampaikan di sini disediakan semata-mata untuk tujuan informasi dan tidak merupakan, serta tidak dapat dianggap sebagai, nasihat keuangan, investasi, hukum, atau nasihat profesional lainnya dalam bentuk apa pun. Setiap pernyataan atau pendapat yang tercantum dalam dokumen ini tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi atau saran dari Ultima Markets atau pihak manapun terkait dengan produk investasi, strategi, atau transaksi tertentu. Pembaca dihimbau untuk tidak semata-mata bergantung pada isi dokumen ini dalam mengambil keputusan investasi, dan disarankan untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan independen yang kompeten.